-->

MATAHARI

| 9:10 AM |

Oleh: Hoshino Nami

 

Cinta adalah bagian rasa dalam jiwa. Mengendap dalam sejuta makna tumbuh bertahap namun munculnya entah bagaimana. Menyertak begitu saja menyesaki dada. Tanpa dapat di bendung keberadaannya. Jadi, hargailah sebelum menyesal nantinya.

“Yuph, bener banget Re, tanpa terasa cinta itu ada tanpa diminta pula. Jadi, buat Rizky yang disana jangan sesali. Melainkan hargai.” Simpul Willy

“Masing ditunggu telepon selanjutnya ya, Sobat kisah kasih star Radio”

Kriiiiiiiiiiing......................kriiiiiiiiiiiiiiiiing.................kriiiiiiiiiiing.......

“hello Willy dan Rere disini. Siapa disana?”

“Hi! Aku bidadari bayangan.”

“Bidadari? Bayangan? Bidadari bayangan ?”

“Hehehehehehehehe......... aneh ya kedengerannya? Silahkan proteske orang-orang yang ngasih julukan itu.”

“Oh, Jadi penasaran nih kok bisa di panggil gitu?”

“Kedengaran menarik ya Wil?”

“Oke, Ceritanya.....................”

***

Pada dasarnya aku juga seperti cewek-cewek lain yang ingin ditemukan oleh pangeran. Seperti Cinderella yang ditemukan pangeran dengan sepatu kaca. Seperti Snow White yang mendapatkan ciuman pangeran. Seperti Putri Aurora (Slepping beauty) yang dibangunkan oleh pangeran dengan menerjang semak belukar. Intinya punya kisah romantis dalam percintaannya.

Tapi, Seperti kata Seruni, ini dunia nyata yang enggak akan ada Pangeran berkuda putih. Kecuali kalau aku bertemu pengurus kuda putih alias kusir kuda yang namanya pangeran. Gak akan ada cowok ganteng yang datang gitu aja saat kamu tidur panjang dan menerjang rimba penuh belukar buat kamu. Pangeran-pangeran iru Cuma cerita gak nyata

Kisah romantispun tidak ada bedanya. Cuma buatan para penulis atau gambaran sinetron – sinetron masa kini yang kebanyakan bohong. Di kehidupan nyata enggak mungkin ada sosok sempurna seperti Gu Jun Pyo, Edward Culen dan Romeo. Mereka itu fiksi, Sedang aku hidup nyata, bukan salah satu rekaan itu.

Pangeran berkuda putih Cuma ada dalam mimpi, Meski dinegara lain ada pula putra mahkota. Mana mungkin aku bertemu dengannya. Cinderrella hanya cerita karangan juru dongeng pengantar tidur anak-anak.

Namun, aku sadar Seruni Salah, Pangeran itu ada, walau gak punya kuda, meski ia gak bertahta juga kuasa. Dan meski dia bukannya mencariku lalu menembus rintangan. Pangeranku benar-benar ada. Karena sepertinya kami dipertemukan bukan saling mencari. Bukan salah seorang pangeran dari luar sana. Bukan dari Inggris,Brunai maupun Malaysia. Bukan juga pangeran yang keluar dari buku dongeng. Ia bukan hanya seseorang yang kebetulan bernama Pangeran. Aku yakin dialah pangeran dihatiku.

Bodo amat dikatain norak, aneh atau apapun oleh Seruni. Aku gak peduli. Bagiku dialah pangeran yang aku tunggu. Pangeran yang di utus tuhan hadir dalam hidupku. Kehadirannya tidak akan pernah kulupakan. 12 Juli , seperti senja, dekat halte bus depan kampus. Hari itu juga bagian dari hari-hari paling istimewa. Dihari itulah aku dan dia bertemu.lebih tepatnya melihatnya dan langsung tahu dialah pangeran itu, Pangeran dihaiku. Karen, hati ini berdtak begitu kenccang napasku tiba-tiba sesak. Dan mataku tidak dapat beralih darinya. Bisa dibilang Cinta pada pandangan pertama. Romantis bukan?

Gara-gara mataku terus memandang padanya. Sebuah tong sampah besar berhasil menghalangi jalanku. Hampir separuh iri tong sampah besar berhamburan dan menjadi aksesoris menghias tubuhku. Momen romantis jadi kekonyolan dramatis. Seruni yang berjalan dibelakangku berbahak tanpa berkeinginan membantu. Menyelamatkan sahabatnya yang sial ini tak jadi prioritasnya.

Namun ternyata pangeran itu malah datang dan menjulurkan tangan. Aih, tubuhku yang telah remuk redam di timpa tong serasa mampu melayang. Terbang ke langit luas bersama si pangeran. Dia tak hanya menolong ku berdiri tapi membersihkan beberapa sampah nyasar dikepala. Terima kasih tong sampah bawa berkah. Sayangnya pangeran itu langsung pergi begitu saja tanpa berkata apappun. Meninggalkanku tengah melongo sampai lupa berterima kasih

Hari itupun berlalu, berganti jadi minggu. Selanjutnya minggu berlalu jadi bulan. Waktu berjalan begitu cepat. Enggan membiarkanku menikmati detik begitu lambat meski ku ingin . Hanya beriku saat tuk mengenang. Beriku sejuata dalam pikiran.

Siapa dia? Siapa namanya? Dimana dia? Apa dia baik – baik saja? Sehatkah dia? Apa dia sudah makan? Dapatkah ia tidur nyenyak? Berulang kali kembali ketempat aku bertemu dengannya. Pangeranku itu tidak ada. Ia seolah menghilang ditelan bumi. Tak kembali meski aku terus berharap. Mimpikah kejadian sebelumnya itu? Atau pngeranku itu separti pangeran putri-putri itu. Tak nyata adanya. Hati ini ngilu, Sakit rasanya. Merindu tanpa tahu kapan datangnya. Menanti tapi tak pasti.

Penantian tuk dipertemukan lagi, yang kali ini rasanya bahkan lebih lama. Menyiksa , apakah takdir akan membawa aku dan dia kembali bertemu ? keraguaan itu menyusup. Merasuki diri yang tengah gamang. Aku hanya mampu berharap, berdo’a pada Tuhan akan takdirnya. Takdir ternyata bawa kami bertemu, saat aku bahkan tidak berani lagi berharap lebih. Disaat senja belum menyapa sore. Bukan juga di halte bus.

“ hayo.......”

Suara aneh, cempreng mengagetkanku dari belakang. Oh ternyata Seruni, Orangnya memang aneh ya rada-rada gila

“mikirin apaan sih dari hari ke hari waktu ke waktu kerjaan nya bengong, galau. Ah gue tau lu pasti mikirin pangeran tong sampah itu kan. Hayo ngaku, hayoooo hayoooo? Dah gak usah dipikir lawong orangnya ada disini dia kan senior kita” Celoteh Seruni

Kalau dengerin Seruni ngomong kaya ndengerin orang lagi ngerep kaya itu lho G-dragon

Ternyata Selama ini ada di dekatku. Berada di bangunan yang sama lingkungan yang sama. Berpijak ditanah yang sama. Bukan hanya berlindung di bawah naungan langit biru. Dia ternyata Seniorku, mencari kesana kemari tapi ternyata dia disini. Melayanganku kembali dalam bahagia. Ditambah jawaban akan tanya untuk ia terjawab kini. Si pangeran baik-baik saja, sehat, tanpa banyak perubahan dalam diri kecuali kalau dilihat dari dekat ia kian tampan.

“Eng..........ng..........gak kok gue lagi bingun aja?”

“Bingung napa? Tu ada tiang? Pegang tu tiang biar gak bingung. Nih ada sedikit informasi pangeran tong sampah itu namanya kalau gak salah Mangunkupujakawiwitan AlFatihah Thomasedwardfanklin Anggorokusumo HwangZhouliem Adantefredosano Rokujuuichi Ilwoon Shin

 “Sebanyak itu?” tanyaku kebingungan

“yup tapi lo bisa panggil Matahari, kata temen-temennya oh ya mungkin jikalau lo jadi pacarnya brarti lo pacar ke 61 lo tau kan bahasa indonesianya Rokunajuuichi, nama tengahnya, kan artinya 61 heehee, bye gue cabut dulu wassalam”

Oh ternyata namanya buanyak buanget tapi kalau disingkat Matahari, sesuai namannya dia diberi kehangatan. Cahaya dalam kegelapan harapan yang mengikis . Matahari yang memberi sumber kekuatan dunia, begitulah ia diberi kekuatan semangat hanya dengan melihatnya. Matahari yang diberi tumbuhan-tumbuahan itu kehidupan.

Aku jadi seperti bunga- bunga matahari atau puncak daun teh dan tumbuhan-tumbuhan lain yang selalu menanti. Tak pernah mengalihkan diri dari sang mentari kemanapun dia aku selalu peri. Tapi kalau denger cerita Seruni namanya aneh ah paling dia bohong biasanya kan suka jabarin nama orang. Udahlah EGP

Jadi, karena tingkah konyol itulah semua orang juluki aku dengan Bidari Bayangan Matahari. Dimana Matahari ada aku juga disana. Kemana Matahari melangkah aku mengikuti matahari pergi.

“kenapa loe ngikutin gue?” Tanyanya suatu ketika

“Gak boleh ya kak?” tanyaku bingung

“Gue nanya malah balik nanya malah balik nanya”

“Maaf, saya ha.....ha.....hanya”

“hanya apa! Loe sadar gak sih mereka jadi ngganggep aneh-aneh tuh. Mereka kira pasangan. Padahal loe dan Gue Cuma senior dan junior. Tapi kalo loe terus-terusan seperti ini mereka bakalan terus salah paham .”

“maksud kakak?

“jangan lagi ikutin gue!” ujarnya sembari pergi

Kata – kata itu sepenuhnya menghilangkan kemampuanku berjalan. Aku membeku, mematung di tempat. Tanpa peduli bahwa orang-orang memandang penuh tanya. Sejak itu tidak berani lagi kutunjukan diri didepannya. Dari kejauhanlah aku bersembunyi melihatnya. Memanggil namanya lirih. Tanpa ia sadari. Meski hati ini kadang ingin sekali menemuinya datang sekedar menyap. Telinga ini berharap mendengar kembali suaranya. Meski hanya beberapa patah kata. Mata ini ingin melihat lebih dekat. Menikmati setiap inci wajahnya . mata burung pipit miliknya.senyumnya yang hanya ku abadikan dalam mencari. Keberanianku hilang. Menguap bersama kecewa yang sempat muncul. Tidak ku pungkiri atau menangis meraung. Bahkan begitu menyedih dimata Seruni.

“uuuh!!! jatuh Cinta itu menyedihkan ya harus gue akuin pacar gue banyak tapi setelah putus gue gak pernah nangis kaya gini kita tu harus punya prinsip mati satu tumbuh seribu” ujar Seruni

“emangnya lagu telah gugur pahlawanku gugur satu tumbuh seribu”

“dah urusan jodoh sepenuhnya ada di tangan. Asalkan sesuku, kalau bisa kaya, pendidikan tinggi, dari keluarga baik-baik”

“loe ngibur atau mo ngiklan, berapa banyak iklan yang loe hafalain”

“lu tu harus berusaha inget ini yang ke 61”

Jatuh cinta bukan hanya bahagia. Karena di depan kata cinta ada kata jatuh yang  mendahuluinya dimana setiap jatuh itu menyakitkan. Luka itu ada, jadi aku harus hadapi. Begitu kurang lebih dihadapi. Namun, tidak dapat ku kendalikan hati ini hatiku menghianati pikiran. Hati ini tak mau diajak kompromi, hatiku seolah tak mau tahu. Luka dan bahagia kadang dirasanya sekaligus. Terluka karena hanya bisa melihat dari kejauhan namun sekaligus bahagia dapat melihat pangeran matahari si pangeran hati

Padahal sekuat tenaga pikiran ini mencoba tak lagi memikirkannya membangun dinding roboh perlindungan. Memasang tampang tiada perduli. Sayangnya, hati tetap saja mencarinya. Meruntuhkan segala percobaan melupakan tak peduli akan luka.

Luka, harusnya dari awal aku sadar. Ia benar aku dan ia hanya senior dan junior. Tak akan pernah jadi kami ataupun kita.

Harusnya aku juga sadari. Ia itu Matahari. Matahari yang mampu mencipta bayangandaari cahanya namun bayangan pun akan hilang di terpa cahaya bukan? Bayangan itu berada di belakang bukan didepan menyongsong cahaya matahari.

Bayangan hanyalah pengikut yang tak berarti . tak pernah benar-benaar ada, bayangan hadir dimana matahari ada. Tapi matahari tak perlu hadir dimana bayangan ada. Bayangan selalu membutuhkan matahari tuk eksistensinya. Tapi matahari tak perlu sama sekali. Matahri tidak pernah mencari bayangannya.

Matahari pastilah untuk planet. Bukan bayangan yang seperti hantu. Ada meski tak tampak keberadaannya. Planet yang pantas bersamanya. Tuhan mungkin mentakdirkan planet untuk matahari. Bukan diriku si bayangan hitam.

Keduanya begitu erat kaitannya dengan ilmu astronomi. Tapi sayangnya tak ada benar-benar sempurna . Matahari dan planet mau tak mau terpisah jadi dua kubu. Jika mereka bersama maka yang ada planet tersebut akan meledak karena suhu panas yang tinggi oleh matahari.

Melihatnya dari kejauhan membuatku hanya bisa menerka tak dapat maju merengkuh untuk menghibur sampai kebebasan dan rindu kian menggembu membuatku tidak lagi menahan diri.

Kresssnya Gila. Itu yang dinyatakan Seruni ketika senua terjadi aku juga tak menyangka semua begitu mudahnya. Walau tabut menyertai setelahnya. Aku menentang Matahari. Bertaruh tentang keberadaanku, setelah seminggu menterornya dengan terus mengikuti kemanapun ia pergi .frustasi ia tak lagi jadi muram. Tapi berbah masam. Aku tahu ia ingin segera bebas dan lepas. Tidak mendapatiku di sekitarnya. Bebas dari segala perlakuan dan perhatian yang ku beri.

Aku hanya minta tiga hari, seperti aladin pada jin yang diberi tiga permintaan. Tiga hari bersamanya. Hanya itu tak lebih

***

Hari pertama,!

Ia memasng tampang kesal. Karena aku terus menarik tangannya, masuk ke setiap wahana permainan. Memaksanya berfoto bersama, berdua mengambil alih tugas badut yang sedang menghbur anak – anak kecil . lalu sehabis dari pasar malam bukan pulang aku malah mengajaknya karaoke dengan suara yang mampu pecahkan gelas. Bayangkan para pelayan saja sampai harus pakai kapas menutupi telinga. Dan hari itu wajah datarnya kembali tak lagi sedih atau masam

***

Hari kedua,!

Aku mencoba mewujudkan mimpi romantis, mengajaknya makan bersama dipinggir pantai. Dengan hembusan angin dan beratap bintang gemintang di atas langit. Tapi sialnya ombak menerpa meja dan kursi. Menumpahkan pasir ke semua  makanan yang tersedia, membuatku dan dia hanya bisa menikmati jagung di pinggir jalan, kecewa, namun ia tertawa.

Ingin rasanya menghentikan waktu saat itu. Aku memang egois, memaksakan kehendakku padanya , padahal aku tahu ia tengah terluka. Pasti berharap planet yang ada bukan aku. Dia hanya terpaksa

***

Hari ke tiga

“jadi, hari ini hari terakhir?” tanya Deun masih penasaran

“iya”

“lalu apa yang akan kalian lakuin?”

“gak ada.”

“lho? Terus mau kamu apa?

“apa ya? Mau dia bahagia.”

“annyeonghaseo my friend good morning assalamualaikum wr.wb. ohayou gozaimasu sungeng enjang kulonuwun bonjour” Seruni datang sambil bawa buku buanyak baunget

“Sebutin tuh semua bahasa” sela Deun

“terserah gue kan seperti silsilah keluarga inget nama asli gue Selvonta EdisonHellendouchan Rokujuuichi  Uswatunkhasnah Notowiryoanggorokusumo Ilwoon Shin” seruni pamer

“eh Sel “

“ eem?” seruni yang masih bengong nggak ngerti

“oh, eh elo napa brantem ya ama sepupu gue oops , duh ketahuan deh”

“Ser lo bilang apa barusan sepupu, kok lo diem aja nggak cerita?” tanya ku penasaran

“ah bodo gue, mau ke perpus dulu ya bye?” kata seruni yang tiba-tiba pergi

Aku gak ngerti kenapa bisa seruni kayak gitu sama aku tapi emang gue sih yang bodoh udah jelas nama mereka hampir mirip puuuanjang buanget.

“hoooe” Deun mengagetkanku

“ah, Deun apa sebaiknya gue pergi aja ya?”

“kenapa malah pergi? Lo malu? Gue aja yang namanya Deun Phak Dung Theung gak malu. Loe gak mau berjuang, kata si Selvonta fighting gitu?

“ udah lah cinta kan tak harus memiliki ya nggak

“oooh so sweet, melepas itu memang gak mudah”kata deun

***

Halo kembali lagi di Star radio, radionya para bintang bersama gue Rere dan gue Willy, yup kita tunggu penelpon pertama kita halo

Kriiiiiiing kriiiiiiiiing......... ok udah nyambung halo dengan siapa ? dimana?

“Gue bidadari gue suka sama cowok tapi dia gak ngliat gue, tapi gue rasa gue harus nglepasin aja ya thank”

 “cinta memang kadang tak memilih kita, namun tak dapat kita paksa. Yang kita mampu melepasnya, tetap ceria ya bidadari”

“oh ya boleh request nggak?aku mau lagunya Donita ya”dan aku langsung tutup telfon gue

“ok bidadari terimakasih ceritanya bagus banget deh boook , ok nanti willy puterin deh”

“ok disini ada yang kirim pesen nih dari matahari”

“apa-apaan, kita bacain ya.”

Bidadari loe kemana sih inin kan hari ketiga kita gue masih nunggu elo disini.




ANTOLOGI CERPEN : PELANGI CINTA 
PRAKTEK MENULIS WORKSHOP AFSOH PUBLISHER 2013
MAHASISWA UNNES

DAFTAR ISI ANTOLOGI :

GENDAM NUSANTARA 919

Back to Top